Mengenal Istilah Kanibalisasi Kata Kunci dalam SEO + Solusi

Mengenal Istilah Kanibalisasi Kata Kunci dalam SEO + Solusi - Beberapa waktu belakangan saya mendengar istilah baru dalam dunia SEO yaitu Kanibalisasi Keyword atau Kanibalisasi Kata Kunci. Entah ini topik baru (2020) atau topik lama yang baru saya ketahui. Ada beberapa hal penting yang perlu diketahui mengenai istilah ini karena banyak pakar SEO sepakat tentang ini.

Buat kamu yang masih punya pemikiran seperti ini:

Buat banyak konten dengan satu target kata kunci yang sama bagus untuk SEO.

Kamu perlu baca lebih jauh tentang kanibalisasi kata kunci ini. Jadi, mari kita coba bahas.


Apa itu kanibalisasi kata kunci?

Kanibalisasi kata kunci adalah sebuah istilah yang dicetuskan oleh para pakar SEO untuk menyebutkan blog-blog yang membuat beberapa konten yang punya target kata kunci yang sama, nilai yang sama, isi yang kurang lebih sama, di halaman yang berbeda.

Kanibalisasi keyword ini dipercaya oleh banyak pakar SEO sebagai "suatu hal yang membingungkan mesin pencari."

Kenapa begitu?

Contoh sederhananya adalah seperti ini: Kamu membuat banyak hidangan kue (post) dengan bahan dasar (keyword) yang sama. Terus semuanya kamu sajikan ke bos (Google/ mesin pencari lain), lalu kamu minta si bos memilih menu hidangan mana yang menurut mereka paling enak disajikan ke pelanggan.

Dan karena Google tidak ambil pusing, maka Google sajikan saja semua hidangan yang kamu kasih ke pelanggan. Hasilnya kurang lebih seperti gambar yang ada di bawah ini.

Untuk kata kunci "competitor backlink analysis", 2 postingan dari Ahrefs muncul di halaman pertama, tepatnya di posisi #6 dan #7.


Apa dampak negatif dari kanibalisasi kata kunci?

Mungkin ada diantara kamu yang berpikiran, "Bagus dong kalo gitu, jadi kemungkinan blog-nya dikunjungi makin besar."

Ya memang, tapi kita harus juga memperhatikan relevansinya. Kita ambil contoh lagi dari dua artikel di atas. Kedua artikel menduduki peringkat tinggi di halaman pertama Google. Tapi relevansi dari artikelnya berbeda. Di peringkat ke #6 dipublikasi tahun 2013 yang mana di artikel tersebut banyak yang sudah tidak relevan lagi, seperti gambar, argumen, dan lain-lain.

Sedangkan di artikel peringkat #7, yang dipublikasi tahun 2017, masih lebih relevan dan valid konten-nya dengan kondisi sekarang.

Kalau semua backlink yang di dapat konten peringkat #6 masuk ke peringkat ke #7, maka nggak mustahil konten peringkat #7 itu naik drastis sampai ke top 3.

Selain itu, ada beberapa dampak negatif lain yang akan didapat pada nilai SEO website kita jika banyak kanibalisasi keyword di dalamnya, diantaranya:

1. Authority Page Berkurang

Dalam hal SEO sekarang, yang jadi pertimbangan bukan saja nilai Domain Authority saja, tapi juga Page Authority. Kalau di website/ blog kita banyak terjadi kanibalisasi keyword, maka nilai Page Authority kita pun akan terkena imbas.

Kenapa bisa?

Karena nantinya search engine akan menganggap bahwa web/blog kita tidak bisa dijadikan referensi. Misal, untuk kata kunci "Masakan rumah murah" kamu membuat 10 artikel yang semuanya menargetkan kata kunci tersebut dan nggak ada yang dijadikan artikel utama, maka mesin pencari akan kebingungan untuk menempatkan artikel-artikel kamu tersebut.

Daripada nanti mesin pencari menempatkan artikel yang ternyata nggak relevan dengan apa yang dicari oleh pengguna, mesin pencari akan memilih untuk menurunkan peringkat artikel kamu di hasil pencarian.

Kalau posisi artikel kamu turun, kecil kemungkinan artikel kamu bakalan dapat kunjungan organic dan dibaca orang. Dan kalau nggak ada yang baca berarti kan artikel kamu nggak ada trust-nya. Alhasil, authority page kamu pun akan berkurang.


2. Traffic Turun

Dan dampak selanjutnya dari poin pertama adalah traffic kamu juga akan terpengaruh. Memang nggak secara instan, tapi yang jelas trafik kamu pasti akan turun secara signifikan. Itu hanya akan terjadi jika kamu cuek dan tidak segera memperbaiki masalah tersebut.

3. Conversion Rate Turun

Khusus kamu yang membangun website untuk tujuan bisnis/ usaha, jelas hal ini akan sangat berdampak pada keberlangsungan usaha kamu. Karena jumlah kunjungan turun, kemungkinan besar, jumlah conversion/ penjualan yang terjadi juga akan turun. Dan tentu kamu nggak mau itu terjadi, dong.

Cara Mengidentifikasi Kanibalisasi Keyword

Dari apa yang saya pelajari, untuk mengetahui ada atau tidaknya kanibalisasi keyword di blog kita, kita bisa memanfaatkan fitur Google Search Console. Ini gratis kok. Kamu bisa akses melalui link ini: Google Search Console

Silahkan kamu buka menu Performance, lalu di bagian Query setelah itu kamu pilih salah satu keyword. Setelah keyword masuk ke filter, buka menu pages dan lihat ada berapa halaman yang terindeks oleh Google untuk kata kunci tersebut.
Jika ternyata hanya ada satu halaman yang terpaut dengan kata kunci tersebut di web kita, berarti tidak akan ada kemungkinan kanibalisasi keyword terjadi di web kita untuk kata kunci tersebut. Namun jika ada beberapa halaman yang ternyata terpaut dengan keyword tersebut, maka kamu perlu melakukan beberapa langkah perbaikan.


Solusi mengatasi kanibalisasi keyword

Jika ternyata kamu sudah publish banyak artikel yang berkemungkinan untuk terjadi kanibalisasi kata kunci, maka ada beberapa hal yang bisa kamu coba lakukan untuk memperbaikinya.

1. Mixing content

Langkah yang pertama yang bisa kamu coba adalah melakukan mixing content. Maksudnya, konten dari beberapa artikel yang ternyata mengarah ke satu keyword yang sama, kamu satukan dimana artikel yang menurut kamu lebih relevan dan kredibel yang jadi fokus utama, dan artikel lainnya dijadikan artikel pendukung di satu halaman yang sama.

Jika kamu baru merintis blog seperti saya, maka ini nggak akan jadi masalah karena hanya sedikit artikel yang harus direvisi.

Tapi akan jadi perkara lain kalau kamu sudah nge-blog lama dan konten kamu sudah ratusan atau bahkan ribuan. Maka dari itu, pertimbangan cara lain.


2. Redirecting

Cara yang kedua ini sebenarnya cukup mudah sekaligus efektif. Jika kamu punya beberapa artikel untuk satu kata kunci yang sama dan ternyata kontennya mirip-mirip, kamu bisa melakukan permanent redirecting (301) halaman-halaman yang menurut kamu sudah tidak relevan ke artikel yang menurut kamu paling relevan.

Kalau kamu menggunakan Blogger, kamu bisa melakukannya dengan mudah. Kamu hanya perlu:
pergi ke bagian Settings > Errors and redirects > Custom Redirects > Tekan Tombol Add > Masukkan URL yang akan di-direct di kolom pertama > Masukan URL halaman tujuan di kolom kedua > Aktifkan opsi Permanent > Save.

Dengan begitu, hanya tinggal menunggu waktu sampai search engine meng-update database dari konten-konten kamu.

Dan menurut saya, cara ini adalah cara paling simpel karena kita nggak perlu hapus artikel, edit-edit artikel, dan backlink yang didapat dari halaman yang di-redirect akan secara otomatis mengarah ke halaman yang baru. Win-win solution banget, kan?

Bakalan lebih bagus lagi kalau sebelum kamu redirect, kamu ambil dulu poin-poin yang sekiranya masih relevan di artikel yang lama dan nggak ada di halaman tujuan untuk ditambahkan disana.

Konten kamu juga nggak akan hilang karena di draft blog kamu masih ada. Hanya saja, kalau ada yang mengunjungi halaman tersebut, akan secara otomatis diarahkan ke halaman yang baru. Tapi kalau kamu mau tetap menayangkan artikel lama kamu tersebut sebagai arsip online, kamu boleh pakai cara yang ketiga.


3. Setting Noindex, Nofollow, dan Canonical

Ini adalah salah satu solusi yang patut kamu coba kalau kamu mau menayangkan semua artikel kamu yang ternyata berkemungkinan terjadi kanibalisasi kata kunci. Lakukan setting noindex, nofollow dan set canonical ke halaman utama kamu untuk kata kunci tersebut.

Lagi-lagi untuk pengguna Blogger, kamu bisa dengan mudah setting nofollow dan noindex dengan masuk ke halaman edit post, lalu di bagian Custom Robot Tags, kamu centang noindex dan nofollow seperti gambar berikut.

Setelah itu, kamu bisa tambahkan link canonical di bagian HTML post tersebut yang mengarah ke halaman utama.

<link rel="canonical" href="url-halaman-utama-kamu" />

Biasanya disimpan, di bagian <head> menggunakan conditional tags. Karena agak panjang jadi akan saya skip saja dan untuk panduan menggunakan conditional tags di Blogger, akan saya jelaskan di artikel lain.

Nah, dengan begitu kamu nggak perlu hapus artikel kamu, artikel lama kamu masih bisa tetap eksis di beranda blog kamu dan SEO kamu tetap terjaga dari dampak buruk kanibalisasi kata kunci.


CARA PENCEGAHAN

Menurut ucapan orang tua zaman dulu, "Mencegah Lebih Baik Daripada Mengobati". Maka dari itu, setelah kamu berlelah-lelah memperbaiki performa web/ blog dari kanibalisasi kata kunci, kamu juga bisa melakukan aksi pencegahan agar hal ini tidak terjadi di kemudian hari.

Setelah kamu menemukan keyword yang mau kamu target dan sebelum kamu menulis artikel, kamu bisa cek keadaan blog kamu untuk kata kunci tersebut di google dengan mengetikkan keyword berikut:

site:domain-kamu kata kunci kamu.

Contoh:

site:ninura.store backlink gratis

Kamu perhatikan hasil pencarian di Google tersebut. Apakah ada artikel-artikel kamu yang muncul dan ternyata terikat dengan kata kunci yang diincar. Kalau tidak ada, berarti aman, silahkan eksekusi kata kunci tersebut ke dalam artikel.

Tapi kalau ada, coba kamu cek halaman tersebut, apakah relevan dengan kata kunci target atau itu hanya kesalahan indexing? Kalau ternyata relevan, coba kamu upgrade saja tulisan tersebut. Kalau nggak, ya sudah eksekusi saja.


Nah, mungkin itu aja yang mau saya share tentang ilmu SEO baru yang saya dapat tentang kanibalisasi keyword atau kanibalisasi kata kunci ini. Semoga apa yang saya bagikan ini cukup jelas dan bisa dipahami. Kalau ada yang kurang silahkan ditambahkan karena saya juga baru belajar perkara ini. Jika ada yang bingung silahkan ditanyakan lewat kolom komentar. Kalau sempat, baca juga artikel saya yang lainnya ya. Sampai jumpa di artikel selanjutnya.

LihatTutupKomentar