Perbedaan Hewan murni, hibrida dan campuran

Sejarah tentang hewan peliharaan maupun satwa yang hidup di alam liar memiliki perjalanan panjang sejak manusia mengenal tulisan dan kemampuan menggambarkan peristiwa yang pernah terjadi pada masa lalu. Misalnya penemuan dokumen, batu, dan alat lainnya yang pernah dilakukan masyarakat berabad-abad silam.

Salah satu hal yang menarik sehingga munculnya judul "Perbedaan hewan murni, hibrida dan campuran", inspirasi rasa keingintahuan yang membedakan hewan asli, hibrida maupun mixdome tersebut, karena perkembangan informasi berbasis data internet, tidak sedikit masyarakat masih bingung dengan istilah asli,murni, hibrida, dan campuran atau istilah lainnya yang mungkin menjadi pertanyaan Anda.



Perbedaan Hewan murni, hibrida dan campuran

Hewan Murni


Jika kita menggunakan penilaian yang sederhana, sebutan kucing murni, anjing asli dan satwa lainnya merupakan kelompok yang berasal dari keturunan yang sama untuk ras sejenisnya secara genetik. Sementara itu, hewan hibrida adalah keturunan dari persilangan ras yang berbeda secara genetik dan berasal dari ras yang sama.

Beberapa contoh yang mudah untuk menerangkan perbedaan hewan murni saat diklaim peternak hewan terhadap bibit yang milikinya dengan ras murni, hal tersebut menandakan bahwa silsilah keturunan kucing, anjing maupun satwa lain berarti masih berasal dari genetik nenek moyang dari ras yang sama. Beberapa kelompok dari jenis anjing murni tersebut, misalnya ada pada Samoyed, Siberian Husky dari Siberia. Alaskan Malamute dari Alaska. Akita, Shiba Inu dari Jepang. Chow Chow, Peking, Shih Tzu, Shar Pei, Tibetan Terrier, Lhasa Apso dari Cina dan kelompok anjing lainnya.

Berbeda pengelompokan ras kucing, definisi kucing lebih populer memakai sebutan domestik, hibrida, dan ras lokal dengan definisi yang berbeda pada 3 kelompok tersebut.

Singkatnya, hewan ras murni dapat dijelaskan dari hasil dari persilangan ras yang sama dengan karakteristik mendasar yang konsisten, dapat ditiru dan diprediksi. Umumnya hewan ras murni banyak dilakukan karena kelompoknya masih kurang luas sehingga menjadi perhatian mencegah mereka punah.

Hewan Hibrida


Berbeda dengan kelompok hibrida, pada umumnya kehadiran mereka bisa berlangsung dari induk dua spesies yang berbeda. Mereka tidak selalu berasal dari satwa yang sama, misalnya jenis anjing A dengan B sehingga menghasilkan anak C. Di dunia hewan, terdapat contoh lain yang berasal dari satwa yang berbeda, misalnya bagal (kuda dan keledai), liger (harimau dan singa), yakalos (yak dan kerbau) dan sebagainya sehingga istilah hibrida dikenal untuk jenis satwa tersebut.

Selain itu, ada juga jenis hewan dari satwa yang sama dengan berbeda kelompok, sehingga muncul keturunan lainnya dari dua spesies tersebut.

Beberapa jenis kucing hibrida seperti Bengal, Chausie, Cheetoh, Sabana, Serengeti, dan Ussuri. Bengal jenis kucing berasal dari induk American Shorthair dengan kucing Asian Leopard. Chausie merupakan hasil persilangan dari kucing hutan dengan kucing domestik. Kucing sabana (Savannah cat) ras kucing hibrida hasil persilangan kucing liar serval Afrika dengan kucing domestik ras siam, bengal, dan mau mesir.

2 kelompok murni dan hibrida, pada umumnya memiliki dokumen pendukung menerangkan informasi tentang mereka, sejak kelahiran, persilangan dan lain-lainnya.

Hewan campuran-mixdome

Kredit almeey.blogspot.com

Berbeda dengan hewan campuran atau mixdome, pada umumnya mereka tidak terdaftar dalam kelompok manapun yang diakui dalam asosiasi dunia hewan. Pada umumnya, mereka memiliki spesifikasi yang agak berbeda sehingga tidak bisa dimasukan dalam kelompok ras manapun, baik asli dan hibrida karena beda warna mantel bulu, bentuk tubuh, dan kriteria yang dijadikan standar dasar menentukan kelompok hewan.

Misalnya pada anjing campuran, selain tidak memiliki asal usul yang jelas, umumnya mereka muncul dari persilangan ras berbeda dalam kelompok sejenis yang populer dengan sebutan anjing kampung.



Related Posts

Subscribe Our Newsletter