6 Penyakit Berbahaya untuk Kucing

Hewan peliharaan kucing dan anjing menjadi salah satu favorit dan cukup banyak yang merawatnya. Meski cara merawat kucing terbilang mudah jika dibandingkan dengan hewan lainnya, beberapa resiko seperti mengalami sakit tetap dimungkinkan dari lingkungan yang kurang sehat, bakteri hingga hal lainnya.

Sama seperti dengan manusia, cara merawat kucing memerlukan dasar yang tepat agar terhindar dari sakit bersumber virus, bakteri hingga berjamur. Beberapa infeksi yang menyebabkan peliharaan sakit, sebagian bisa di cegah dengan vaksinasi secara teratur ke dokter hewan sesuai rekomendasi yang diberikan.

6 Penyakit Berbahaya untuk kucing


Pecinta hewan peliharaan kucing perlu mengetahui 6 penyakit berbahaya jika sampai menyerang hewan peliharaannya.

1. Feline Panleukopenia Virus (FPV)
Feline Panleukopenia Virus (FPV) infeksi diakibatkan virus yang paling bahaya untuk mereka. Jumlah satwa yang mengalami resiko kematian dari virus ini paling tinggi dengan penularan kontak langsung dengan hewan yang terkontaminasi, feces, muntahan hingga saat menempel pada bagian sepatu. Ciri-ciri kucing yang terkontaminasi penyakit berbahaya ini, sebagian besar menunjukkan gejala demam, selera makan hilang dan perilaku yang berubah menjadi lemah. Jika pengobatan dan cara merawat kucing diabaikan, peliharaan yang mengalami demam antara 2 hari dapat memberikan respon yang lebih serius seperti muntah, mencret, diare pada usia dewasa. Tanda-tanda tersebut sebagian tidak muncul kepada anak berusia muda.

2. Feline Calicivirus
Feline Calicivirus jenis penyakit berbahaya yang menyerang hewan peliharaan kucing dengan organ yang spesifik, seperti saluran pernapasan, rongga mulut dan pencernaan. Selain itu beberapa organ lainnya seperti otot hingga tulang dimungkinkan mengalami masalah kesehatan dengan gejala seperti kesulitan bernapas, keluarnya lendir di hidung, terdapat peradangan dan luka di lidah-bibir dan tanda yang lebih serius terjadinya pendarahan. Cara penularan Feline Calicivirus kepada mereka, umumnya pemakaian tempat makanan secara bersama-sama dengan hewan lain yang terinfeksi dan terhisapnya virus ke saluran pernapasan melalui udara yang tercemar karena bersin. Kotak litter box yang tidak terjaga kebersihannya dimungkinkan menular kepada kucing sehat.

3. Chlamydophilosis
Chlmydophilosis cenderung dialami saat berusia kecil akibat bakteri Chlamydiasis. Selain memperhatikan panduan cara merawat kucing dengan tepat, umumnya rentang umur sekitar 5-12 minggu organ tubuh anak mereka belum berkembang sempurna, gejala yang ditunjukkan anakan ketika terinfeksi diantaranya demam, selera makan menurun, hidung mengeluarkan air, sering bersin dan tanda lain terdapat keanehan di bagian mata. Cara mengobati anak kucing yang sakit akibat Chlmydophilosis memerlukan waktu sekitar 3-4 minggu jika bisa dilakukan di rumah menggunakan obat yang direkomendasikan dokter hewan. Untuk kasus yang lebih serius, infeksi bakteri Chlamydiosis felis beresiko tinggi menginfeksi peliharaan sehat lainnya melalui cairan lendir mata mereka dan memerlukan operasi di bagian mata untuk penyembuhan. Kunjungi ahli kesehatan hewan untuk mendapatkan obat yang direkomendasikan dokter hewan.

4. Feline Rhinotracheitis
Feline Rhinotracheitis memiliki kemiripan dengan Feline Calicivirus, yakni gangguan kesehatan pada saluran pernapasan. Infeksi virus herpes pada peliharaan tersebut, lebih sering dialami peliharaan yang memiliki sistem kekebalan tubuh yang buruk karena tidak mendapat vaksinasi. Beberapa induk pada masa mengandung anak kucing, menyebabkan kemampuan tubuhnya cenderung menurun sehingga memiliki resiko yang sama tingginya. Tanda umum jika terinfeksi Feline Rhinotracheitis, salah satunya menunjukkan kebiasaan bersin yang tidak wajar. Gejala lain jika sakit karena virus herpes, seperti munculnya warna lendir berwarna kehijauan-bening dari lubang hidung, area mata mengeluarkan kotoran berlebihan, malas bergerak dan terlihat sering memejamkan mata, dan masalah lain dibagian mata. Cara mengobati kucing sakit jika terinfeksi virus herpes, umumnya meningkatkan sistem kekebalan tubuhnya menggunakan pengobatan yang direkomendasikan dokter hewan dan mendorong makanan bergizi agar dikonsumsi mereka.

5. Feline Infectious Peritonitis
Feline Infectious Peritonitis terjadi dari penularan air liur, feses dan kaitan genetik anak kucing yang berasal dari induk. Cara pengobatan yang umum diberikan kepada mereka, dengan memperbaiki kekuatan kekebalan tubuh mereka agar dapat melawan virus yang menyerang mereka.

6. Feline Immunodeficiency Virus
Feline Immunodeficiency Virus tergolong jenis virus yang pasif dan jarang memperlihat tanda seperti infeksi lainnya. Mereka dapat beraksi dalam waktu tahunan meski sudah menginfeksi kucing. Pemeriksaan berkala dan pengobatan yang direkomendasikan dokter hewan, dapat meminimalisasikan resiko faktor pemicu menjadi aktif.

Melakukan perawatan yang baik agar terhindar penyakit berbahaya

Cara merawat kucing sebagai hewan peliharaan yang baik perlu diketahui pecinta hewan agar kesehatan mereka tetap maksimal. Selain mencegah penyakit berbahaya dengan cara mudah seperti menyediakan kebutuhan dasar berupa pakan makanan untuk mereka, ada banyak lagi hal yang perlu dilakukan agar kondisi mereka tetap prima.

Beberapa tindakan nyata yang diperlukan untuk menghilangkan resiko infeksi virus berbahaya, misalnya menyediakan tempat kotoran khusus yang diperlengkapi sarana tambahan pasir khusus, membersihkan kandang hewan peliharaan, tempat makan secara teratur hingga memberi vaksinasi teratur untuk hewan. Jika hewan peliharaan menjadi sakit dengan indikasi tanda yang disebutkan, sebaiknya Anda memeriksakan kucing ke dokter hewan untuk mendapatkan rekomendasi perawatan yang paling tepat.




LihatTutupKomentar