Cara Mencegah Hidung Anjing Mimisan

Selain penyakit yang membuat hewan peliharaan Anda memerlukan penanganan medis dari dokter hewan, beberapa kejadian terkadang muncul secara tak terduga dan membuat majikan panik. Misalnya, mendapati hidung anjing keluar darah atau mimisan. Padahal mereka selalu mendapat jadwal pemeriksaan yang baik mengenai kesehatan, sehingga dugaan kecenderungan infeksi sangat kecil.

Majikan ketika belum pernah melihat hidung anjing mimisan, jangan panik berlebihan. Anda dapat membantu mereka meringankan sekaligus mencegah pendarahan segera membaik. Hal yang terpenting perlu diketahui majikan setelah mengetahui ini, mimisan yang dialami hewan perlu ditemukan penyebabnya dan mungkin perlu bantuan dokter hewan jika terjadi berulang kali.

Cara Mencegah Hidung Anjing Mimisan


Cara mencegah hidung anjing mimisan yang dituliskan bukan pengganti saran dokter hewan maupun ahli lainnya. Pertolongan pertama yang bisa Anda lakukan, dimaksudkan untuk menghentikan pendarahan dan mencari penyebab untuk antisipasi tidak terjadi kembali.

Cara mencegah hidung anjing mimisan sebagai berikut:

Penyebab hidung anjing pendarahan perlu dicari sebab utamanya
(Sumber pethelpful.com)

  1. Perlihatkan perilaku tenang Anda ketika menolong anjing mimisan. Kepanikan, berteriak atau menangis dapat mendorong anjing menjadi takut, sedih, meloncat atau melakukan respon lain yang tidak diinginkan.
  2. Cari es batu butiran yang tersedia di kulkas, atau membuat es batu bentuk plastik menjadi bagian yang lebih kecil. Pilih kain bersih atau handuk yang berfungsi untuk membungkus butiran es batu sebagai kompres.
  3. Perlahan duduk di depan mereka, jika memungkinkan pangku mereka agar mudah memberikan kompres.
  4. Tempatkan kain berisi es batu pada moncong anjing jika memiliki wajah panjang. Hal yang paling penting saat melakukannya, pastikan tidak menutup lubang hidung mereka agar mudah bernapas.
  5. Tidak disarankan menempelkan langsung es batu ke bagian hidung mereka.
  6. Perhatikan sekitar 5 menit, apakah mimisan di hidung anjing berkurang atau belum.
  7. Jika anjing mimisan tidak terlihat berhenti, disarankan membawa mereka ke dokter hewan untuk penanganan medis.
  8. Selama perjalanan menuju Puskeswan atau Rumah Sakit Hewan, usahakan menghubungi dokter hewan agar peralatan dan sarana lain tersedia lebih cepat. Pendarahan yang keluar dari mimisan dalam jumlah banyak, kemungkinan besar memerlukan cairan trombosit atau transfusi. Oleh karenanya perlu memberi kabar kepada dokter hewan tentang situasi yang sedang terjadi.

Penyebab anjing mimisan

Menyediakan peralatan dan obat untuk hewan sebagai antisipasi

Ketika kucing dan anjing mimisan, Anda perlu melihat lebih jelas, apakah pendarahan hidung mereka hanya satu lubang (unilateral) atau terjadi pada kedua hidung mereka (bilateral). Masing-masing tanda dan gejala yang muncul tersebut, dapat memudahkan dokter membantu hewan dalam mendiagnosis kemungkinan masalah mereka.

Beberapa sebab hidung kucing dan anjing mimisan jika terjadi pada satu lubang hidung, misalnya kemungkinan kanker,tumor atau kemasukan benda asing. Sedangkan pendarahan yang terjadi pada kedua lubang hidung mereka, dimungkinkan karena fungsi tubuh yang tidak normal dalam aliran darahnya dan pengaruh trombosit dan kelainan proses pembekuan yang terhambat.

Secara keseluruhan mimisan pada hidung dapat terjadi terhadap hewan. Sebagian besar yang mudah terpengaruhi pada masalah tersebut, cenderung pada ras trah murni seperti Rottweiler terkait trombositopenia, ras hidung panjang Wolfhound, German Shepherds dan Doberman.

Namun Anda tidak perlu terburu-buru memvonis hewan yang mimisan selalu berkaitan dengan infeksi dan penyakit. Pendarahan lubang hidung anjing dimungkinkan timbul akibat faktor lainnya, seperti kekurangan Vitamin C, kurang minum air putih sehingga dehidrasi, dan perubahan suhu lingkungan secara cepat, dari panas ke dingin maupun sebaliknya.

Cari penyebab anjing mimisan untuk mencegah terulang kembali

Hidung anjing mimisan dapat terjadi karena banyak sebab, beberapa diantaranya:

  1. Mengalami trauma atau benturan
  2. Fungsi dan pengaruh tubuh yang tidak stabil yang cenderung ada pada trombosit
  3. Kemungkinan polip
  4. Mengalami masalah infeksi jamur, kutu, bakteri atau parasit
  5. Pengaruh benda asing seperti alergi
  6. Pengaruh suhu dan cuaca yang berubah tidak stabil





LihatTutupKomentar